Beberapa waktu lalu, inbox email saya kedatangan pesan yang membuat saya berhenti sejenak. Bukan karena panjang atau dramatis, tapi karena isinya langsung ke inti masalah.
Subjek email tersebut berbunyi:
Tebi: project shut down on March 31
Tanpa basa-basi, email itu menjelaskan bahwa Tebi.io akan menghentikan seluruh layanannya pada 31 Maret 2026. Pengguna diminta segera memindahkan data ke penyedia lain agar tidak kehilangan data secara permanen.

Jika kamu saat ini masih menggunakan Tebi.io sebagai cloud storage, artikel ini saya tulis sebagai pengingat sekaligus panduan praktis supaya kamu tidak terlambat mengambil langkah.
Apa arti shutdown Tebi.io bagi pengguna?
Shutdown ini bukan sekadar maintenance panjang atau rebranding. Dari isi email yang diterima pengguna, pesannya cukup jelas:
- Layanan akan berhenti sepenuhnya
- Tidak ada jaminan akses data setelah tanggal tersebut
- Pengguna bertanggung jawab penuh atas migrasi data
Kalimat “there is nothing we can do” dalam emailnya menegaskan bahwa keputusan ini final, bukan sementara.
Dengan kata lain:
👉 Jika data tidak dipindahkan, data itu berpotensi hilang selamanya.
Bahkan jika mengakses website resmi Tebi.io juga dijelaskan bahwa layanan mereka akan tutup permanen.

Siapa saja yang perlu waspada?
Kamu perlu segera bertindak jika Tebi.io digunakan untuk:
- Penyimpanan backup server
- Object storage untuk aplikasi
- File statis website (gambar, video, dokumen)
- Arsip data jangka panjang
Bahkan jika Tebi hanya dipakai sebagai backup sekunder, tetap penting untuk memindahkan datanya. Backup yang tidak bisa diakses sama saja tidak ada gunanya.
Langkah pertama: cek dan petakan data

Sebelum buru-buru memilih provider baru, luangkan waktu untuk menginventarisasi isi Tebi.io:
- Berapa bucket yang aktif?
- Total ukuran data?
- Mana data penting, mana arsip lama?
- Apakah data masih digunakan oleh aplikasi aktif?
Langkah ini sering dianggap sepele, padahal sangat membantu saat menentukan provider pengganti dan estimasi biaya.
Memilih cloud storage pengganti Tebi.io
Karena Tebi.io mendukung model object storage (S3-compatible), migrasi sebenarnya tidak terlalu rumit jika memilih provider yang tepat.
Beberapa opsi populer yang bisa dipertimbangkan:
1. AWS S3
Pilihan paling matang dan stabil. Cocok untuk aplikasi skala kecil hingga enterprise. Kekurangannya ada di biaya bandwidth keluar (egress).
2. Cloudflare R2
Menarik karena tanpa biaya egress. Cocok untuk website, CDN, dan aplikasi dengan trafik tinggi.
3. Backblaze B2
Sederhana, harga relatif terjangkau, dan cocok untuk backup serta arsip.
4. Wasabi
Banyak dipakai untuk backup data besar dengan skema harga yang cukup konsisten.
Pilihlah provider berdasarkan:
- Lokasi pengguna
- Pola akses data (sering diunduh atau jarang)
- Anggaran bulanan
- Integrasi dengan sistem yang sudah ada
Waktu terbaik untuk migrasi? Sekarang
Meskipun deadline masih Maret 2026, menunda bukan ide yang bijak.
Migrasi lebih awal memberi keuntungan:
- Tidak terburu-buru
- Bisa verifikasi data dengan tenang
- Risiko gangguan layanan lebih kecil
Tools yang umum digunakan untuk migrasi:
rcloneaws s3 sync- Tool migrasi bawaan provider tujuan
Tips penting:
✔️ Migrasikan bertahap
✔️ Cek checksum atau jumlah file
✔️ Jangan hapus data di Tebi sebelum yakin aman
Jangan lupa update aplikasi & sistem
Setelah data berhasil dipindahkan, masih ada satu langkah krusial: update konfigurasi.
Pastikan:
- Endpoint storage sudah diganti
- Access key dan secret baru digunakan
- Aplikasi diuji ulang (upload & download)
Untuk website, cek ulang:
- Gambar dan file tidak broken
- Loading normal
- CDN/cache berjalan semestinya
Pelajaran penting dari penutupan Tebi.io
Penutupan Tebi.io mengingatkan kita bahwa:
Tidak ada layanan cloud yang benar-benar permanen.
Sebagus apa pun sebuah platform, risiko bisnis tetap ada. Karena itu:
- Selalu punya backup di lebih dari satu tempat
- Dokumentasikan proses migrasi
- Jangan terlalu bergantung pada satu provider
Penutup
Jika kamu masih menjadi pengguna Tebi.io, jangan panik, tapi juga jangan menunda. Shutdown ini memang kabar yang tidak menyenangkan, tapi dengan langkah yang tepat, dampaknya bisa diminimalkan.
Mulai dari sekarang:
- Cek data
- Pilih provider baru
- Migrasi secara bertahap
- Pastikan sistem berjalan normal
Lebih cepat data berpindah, lebih ringan beban pikiran.
Dan yang terpenting: data kamu tetap aman.
Semoga tulisan ini membantu — terutama bagi sesama pengguna cloud storage yang mungkin baru sadar setelah menerima email yang sama.





