Menggunakan Linux di laptop jadul memang menjadi solusi terbaik agar perangkat lama bisa kembali digunakan dengan nyaman. Namun, selain memilih sistem operasi yang tepat, kamu juga perlu memasang aplikasi ringan yang cocok untuk Linux supaya performa laptop tetap stabil dan responsif.
Banyak pengguna Linux pemula sering mengeluh laptop masih terasa lambat, padahal distro yang digunakan sudah ringan. Penyebabnya sering kali bukan dari sistem operasinya, melainkan aplikasi yang terlalu berat untuk spesifikasi laptop lama.
Sebelum memilih aplikasi, pastikan kamu juga sudah menggunakan distro Linux ringan untuk laptop jadul. Jika belum, kamu bisa membaca panduan lengkapnya di artikel berikut:
👉 Distro Linux Ringan untuk Laptop Jadul Jadi Cepet Kembali
Pentingnya Memilih Aplikasi Ringan di Linux
Laptop jadul biasanya memiliki keterbatasan hardware seperti RAM 2GB atau kurang, prosesor lawas, dan kapasitas penyimpanan terbatas. Jika kamu sembarangan menginstal aplikasi, Linux yang seharusnya ringan justru bisa terasa berat.
Dengan memilih aplikasi Linux yang ringan dan efisien, kamu akan mendapatkan manfaat berikut:
- Sistem lebih stabil dan jarang lag
- Penggunaan RAM lebih hemat
- Multitasking tetap lancar
- Laptop tidak cepat panas
Karena itu, pemilihan aplikasi sama pentingnya dengan pemilihan distro Linux itu sendiri.
Cara Menentukan Aplikasi Linux yang Cocok untuk Laptop Jadul
Sebelum menginstal aplikasi apa pun, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut agar tidak salah pilih:
1. Gunakan Aplikasi Berbasis GTK atau Qt
Aplikasi dengan basis GTK atau Qt umumnya lebih ringan dan cocok digunakan pada desktop environment seperti XFCE, LXDE, atau LXQt.
2. Perhatikan Jumlah Dependensi
Semakin banyak dependensi, semakin berat aplikasi dijalankan. Pilih aplikasi dengan dependensi minimal agar sistem tetap ringan.
3. Pertimbangkan Aplikasi Berbasis CLI
Jika sudah terbiasa menggunakan terminal, aplikasi berbasis CLI (Command Line Interface) jauh lebih ringan dibandingkan aplikasi berbasis GUI.
4. Utamakan Aplikasi Open Source
Aplikasi open source biasanya lebih efisien, aman, dan memiliki dukungan komunitas yang aktif.
5. Pastikan Kompatibel dengan Distro Linux
Tidak semua aplikasi berjalan optimal di semua distro. Pastikan aplikasi yang dipilih mendukung distro Linux yang kamu gunakan.
Rekomendasi Aplikasi Ringan yang Cocok untuk Linux
Setelah mengetahui cara memilihnya, berikut beberapa rekomendasi aplikasi Linux ringan yang cocok untuk laptop jadul dan kebutuhan sehari-hari.
VLC Media Player

VLC Media Player merupakan aplikasi pemutar multimedia yang sangat populer di Linux. Meski ringan, VLC mampu memutar hampir semua format audio dan video tanpa perlu codec tambahan.
Keunggulan VLC Media Player:
- Mendukung hampir semua format media
- Stabil di laptop dengan RAM 2GB
- Tidak membutuhkan codec tambahan
- Cocok untuk distro Linux ringan
Informasi resmi dan fitur lengkap VLC Media Player bisa kamu lihat langsung di situs resminya:
👉 https://www.videolan.org/
GIMP

Bagi kamu yang suka mengedit gambar tetapi laptop tidak kuat menjalankan Photoshop, GIMP adalah solusi terbaik. Aplikasi ini gratis, open source, dan memiliki fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan desain grafis.
Alasan GIMP cocok untuk laptop jadul:
- Gratis dan open source
- Lebih ringan dibanding software desain berbayar
- Mendukung plugin tambahan
- Cocok untuk pemula hingga pengguna menengah
Informasi dan update terbaru GIMP tersedia di situs resminya:
👉 https://www.gimp.org/
LibreOffice

Untuk kebutuhan kerja atau kuliah, LibreOffice adalah aplikasi perkantoran wajib di Linux. Kamu bisa menggunakannya untuk mengedit dokumen, spreadsheet, dan presentasi dengan lancar di laptop lama.
Keunggulan LibreOffice:
- Kompatibel dengan file Microsoft Office
- Ringan dan stabil
- Gratis tanpa lisensi
- Cocok untuk laptop spesifikasi rendah
Situs resmi LibreOffice bisa diakses di:
👉 https://www.libreoffice.org/
Midori Browser

Browser sering menjadi penyebab utama laptop terasa berat. Midori hadir sebagai browser ringan yang cocok untuk Linux, terutama untuk laptop jadul.
Fitur utama Midori Browser:
- Konsumsi RAM rendah
- Mendukung tab dan bookmark
- Mode private browsing
- Cocok untuk browsing ringan dan sosial media
Informasi resmi Midori bisa kamu temukan di:
👉 https://astian.org/midori-browser/
Rekomendasi Aplikasi Alternatif Ringan untuk Linux
Setiap aplikasi yang direkomendasikan di bawah ini cocok untuk pengguna Linux dengan RAM rendah, prosesor lama, dan storage terbatas.
FeatherPad — Text Editor Ringan & Cepat

FeatherPad adalah editor teks super ringan yang cocok untuk coding, catatan, atau tugas sederhana lain. Lebih cepat dari editor default seperti Gedit atau Kate.
✨ Keunggulan:
- Startup sangat cepat
- Dukungan tab
- Fitur pencarian & replace
- Ringan di RAM dan CPU
Cocok untuk: programmer pemula, penulis konten, catatan harian.
MPV Player — Pemutar Multimedia Minimalis

MPV adalah alternatif VLC yang bahkan lebih ringan dengan kontrol lewat shortcut keyboard atau konfigurasi minimal.
✨ Keunggulan:
- Lebih hemat RAM dibanding VLC
- Support hampir semua format
- Bisa diintegrasikan dengan skrip
Cocok untuk: pengguna yang ingin pemutar super cepat.
Audacious — Pemutar Musik Klasik dan Ringan

Audacious adalah pemutar musik yang sangat ringan dan mudah digunakan, cocok sebagai pengganti Rhythmbox atau Amarok.
✨ Keunggulan:
- Konsumsi RAM rendah
- UI klasik & intuitif
- Fitur playlist sederhana
Cocok untuk: mendengarkan musik tanpa makan resource.
Kesimpulan
Menggunakan Linux di laptop jadul adalah keputusan yang tepat, tetapi hasilnya akan jauh lebih maksimal jika dibarengi dengan aplikasi ringan yang cocok untuk Linux. Mulai dari multimedia, desain, pekerjaan kantor, hingga browsing, semua bisa berjalan lancar tanpa harus upgrade hardware.
Pastikan kamu sudah memilih distro Linux yang tepat, lalu lengkapi dengan aplikasi ringan agar laptop lama tetap cepat dan nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.





