Saat ingin mulai blogging, salah satu pertanyaan paling umum adalah lebih baik pakai Medium atau WordPress?
Kedua platform ini sama-sama populer, tapi punya karakter dan tujuan penggunaan yang cukup berbeda.
Bagi kamu yang masih pemula dan baru terjun ke dunia blogging, memahami perbandingan Medium vs WordPress sangat penting agar tidak salah memilih platform sejak awal. Yuk, kita bahas secara lengkap kelebihan dan kekurangannya!
Mengenal Medium dan WordPress Secara Singkat
Medium adalah platform blogging yang mengutamakan konten dan komunitas. Kamu bisa langsung menulis tanpa ribet memikirkan teknis website.
WordPress adalah platform website paling populer di dunia yang memungkinkan kamu membangun blog secara mandiri dengan kontrol penuh, terutama jika menggunakan hosting sendiri (WordPress.org).
Kelebihan Medium untuk Blogger Pemula
1. Langsung Pakai Tanpa Ribet Teknis
Medium sudah menyediakan hosting, domain, keamanan, dan tampilan secara otomatis. Kamu tinggal daftar dan langsung menulis tanpa perlu paham teknis sama sekali.
👉 Cocok untuk:
- Pemula total
- Penulis yang ingin fokus ke konten
2. Tampilan Estetik dan Profesional
Semua blog di Medium memiliki desain yang seragam, minimalis, dan enak dibaca. Hal ini membantu tulisan terlihat lebih profesional dan meningkatkan kepercayaan pembaca.
3. Gratis Digunakan & Punya Audiens Besar
Medium bisa digunakan gratis, dan artikelmu berpeluang direkomendasikan ke jutaan pembaca aktif di platform tersebut. Jika tulisan berkualitas, kamu tetap bisa mendapatkan trafik organik meski baru mulai.
Kekurangan Medium yang Perlu Dipertimbangkan
1. Kontrol SEO Sangat Terbatas
Kamu tidak bisa mengatur:
- Meta title & meta description
- Struktur URL
- Schema markup
SEO di Medium lebih mengandalkan internal algorithm, bukan optimasi teknis yang biasa digunakan blogger.
2. Monetisasi Tidak Bebas
Kamu tidak bisa memasang:
- Google AdSense
- Affiliate link secara leluasa
- Iklan banner
Monetisasi hanya lewat Medium Partner Program, dan itu pun tergantung kebijakan platform.
Kelebihan WordPress untuk Blogging
1. Kontrol Penuh atas Website dan SEO
Dengan WordPress, kamu bisa:
- Mengatur struktur SEO lengkap
- Menggunakan plugin SEO
- Mengoptimalkan kecepatan dan UX
Ini adalah keunggulan utama WordPress dibanding Medium.
2. Fleksibel untuk Semua Jenis Website
WordPress tidak hanya untuk blog. Kamu bisa membuat:
- Blog personal
- Website bisnis
- Toko online
- Portfolio
- Landing page
Branding website bisa disesuaikan 100% dengan kebutuhanmu.
3. Bebas Monetisasi
WordPress memungkinkan kamu memasang:
- Google AdSense
- Affiliate marketing
- Sponsored post
- Produk digital
Cocok untuk kamu yang menargetkan penghasilan jangka panjang dari blogging. Jika kamu masih mempertimbangkan platform lain selain Medium, kamu juga bisa membaca artikel Notion vs WordPress bagus mana yang membahas perbandingan keduanya dari sisi kemudahan, SEO, dan potensi jangka panjang.
Kekurangan WordPress untuk Pemula
1. Perlu Belajar Teknis Dasar
Pemula harus belajar:
- Hosting & domain
- Instalasi tema & plugin
- Keamanan website
Namun, semua ini bisa dipelajari bertahap.
2. Ada Biaya Tambahan
Jika menggunakan hosting sendiri, kamu perlu biaya:
- Domain tahunan
- Hosting bulanan/tahunan
- Tema atau plugin premium (opsional)
Tabel Perbandingan Medium vs WordPress
| Aspek | Medium | WordPress |
|---|---|---|
| Kemudahan | Sangat mudah | Perlu belajar |
| SEO | Terbatas | Sangat fleksibel |
| Monetisasi | Terbatas | Bebas |
| Branding | Tidak bisa | Bebas |
| Biaya | Gratis | Berbayar (opsional) |
Kesimpulan: Pilih Medium atau WordPress?
Medium cocok jika:
- Kamu ingin fokus menulis
- Tidak mau ribet teknis
- Tidak mengejar monetisasi besar
WordPress cocok jika:
- Ingin membangun blog jangka panjang
- Fokus SEO dan traffic Google
- Ingin menghasilkan uang dari blog
Tidak ada pilihan yang benar atau salah. Yang terpenting, pilih platform yang sesuai dengan tujuan blogging kamu.





